EUFORIA gerhana matahari yang akan terjadi di beberapa wilayah di Indonesia pada hari Rabu (09/03/16) besok sangat begitu terasa. Bahkan iklan-iklan untuk menyambut gerhana matahari pun sangat booming di berbagai media massa beberapa minggu sebelum pelaksanaannya.
Namun, tahukah Anda bahwa gerhana matahari total sebenarnya sudah beberapa kali terjadi di wilayah Indonesia sebelum tahun 2016 ini.
Dikutip BBC Indonesia, Senin (07/03/16), gerhana matahari total di Indonesia pernah terjadi pada tanggal 24 Oktober 1995, 18 Maret 1988, 22 November 1984, dan 11 Juni 1983. Berdasarkan perhitungan ilmu astronomi, selain pada tanggal 09 Maret 2016 gerhana Matahari Total juga akan kembali terjadi di Indonesia pada tanggal 20 April 2042 dan 12 September 2053.
Akan tetapi wilayah Indonesia akan dilintasi oleh Gerhana Matahari Cincin dan Total secara bersamaan pada 20 April 2023 dan 25 November 2049.
Sebagai seorang muslim, alangkah lebih baik jika untuk mempersiapkan menyambut datangnya gerhana matahari itu bukan sekadar dirayakan dengan hiburan yang penuh hura-hura akan tetapi kita bisa mempersiapkan untuk melaksanakan shalat gerhana matahari secara berjamaah di tempat-tempat gerhana matahari melintas.
Nah, adapun salah satu cara mempersiapkannya ialah dengan mengetahu tata cara shalat gerhana matahari. Bagaimana caranya?
Berikut panduan shalat gerhana matahari :
Shalat gerhana dilakukan dua rakaat dengan 4 kali rukuk yaitu pada rakaat pertama, setelah rukuk dan Iktidal membaca Al Fatihah lagi kemudian rukuk dan iktidal kembali setelah itu sujud sebagaimana biasa. Begitu pula pada rakaat kedua.
Secara lengkapnya, ini adalah tata cara shalat gerhana adalah sebagai berikut:
1. Memastikan terjadinya gerhana bulan atau Matahari terlebih dahulu.
2. Shalat gerhana dilakukan saat gerhana sedang terjadi.
3. Sebelum shalat, jamaah dapat diingatkan dengan ungkapan,
”Ash-shalatu jaami’ah.”
4. Jika niat diucapkan:
أُصَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ / لِخُسُوْفِ الْقَمَرِ اِمَامًا / مَأْمُوْمًا لِلّهِ تَعَالَى
5. Shalat gerhana dilakukan sebanyak dua rakaat.
6. Setiap rakaat terdiri dari dua kali ruku dan dua kali sujud.
7. Setelah rukuk pertama dari setiap rakaat membaca Al-Fatihah dan surah kembali
8. Pada rakaat pertama, bacaan surat pertama lebih panjang daripada surah kedua. Demikian pula pada rakaat kedua, bacaan surat pertama lebih panjang daripada surat kedua.
Misalnya rakaat pertama membaca surat Yasin (36) dan ar-Rahman (55), lalu rakaat kedua membaca al-Waqiah (56) dan al-Mulk (78)
9. Setelah shalat, disunahkan untuk berkhutbah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar